Dalam
sejumlah hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan keistimewaan Masjid Nabawi,
disebutkan anjuran untuk tidak melakukan perjalanan jauh selain ke tiga masjid,
yaitu Masjidil Haram (Makkah), Masjid Nabawi (Madinah) dan Masjidil Aqsha
(Palestina).
Rasulullah
SAW bersabda, “Tidak dianjurkan melakukan perjalanan jauh kecuali ke tiga masjid,
yaitu masjidku (Masjid Nabawi), Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Orang
yang shalat di pelataran Masjid Nabawi (raudhah) juga disamakan dengan shalat
di salah satu taman surga. Rasulullah SAW bersabda, “Tempat antara rumahku dan
mimbarku adalah taman dari taman-taman surga.” (HR Muslim).
Orang
yang mengerjakan shalat arbain (shalat berjamaah selama delapan hari yaitu 40
kali shalat berjamaah) di Masjid Nabawi akan dicatat sebagai orang yang bebas
dari siksa neraka dan kemunafikan. (HR. Ahmad dan Thabrani).
Pahala orang yang shalat di
Masjid Nabawi sama dengan orang yang shalat seribu kali di masjid lainnya.
Beliau bersabda, “Shalat di masjidku ini lebih baik daripada shalat seribu
kali di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram.” (HR. Bukhari
Alasan-alasan
inilah yang menunjukkan bahwa berziarah ke Masjid Nabawi memiliki arti sangat
penting. Jika shalat sekali di Masjid Nabawi itu sama dengan shalat seribu kali
di masjid lain maka shalat arbain (shalat 40 kali secara berjamaah di Masjid
Nabawi) itu bisa disamakan dengan dengan shalat 40.000 kali di masjid lain atau
selama 24 tahun.).
Mengingat
pahala yang sangat besar inilah Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk
melakukan shalat arbain di masjidnya. Orang yang ingin mengerjakannya hanya
membutuhkan 8 hari saja.
Selain
ke Masjid Nabawi, ziarah juga dianjurkan ke makam Rasulullah SAW. Beliau
bersabda, “Tidak ada seorang pun yang mengucapkan salam kepadaku kecuali Allah
akan mengembalikan rohku sehingga aku dapat menjawab salamnya.” (HR. Abu Dawud).
Rasulullah
SAW juga bersabda, “Barangsiapa yang berziarah ke makamku setelah aku meninggal dunia
maka seolah-olah dia berziarah kepadaku saat aku masih hidup.”
Dalam
salah satu hadis Rasulullah SAW juga bersabda, “Siapa yang berhaji dan lalu
berziarah ke makamku setelah aku meninggal, maka seolah-olah dia berziarah
kepadaku saat aku masih hidup.” (HR. Thabrani dan Bayhaqi).sumber


Post a Comment
Terima Kasih Telah Berkunjung, Suka postingan ini?Tinggalkan komentar di bawah ini, terima kasih! :)