Dalam tradisi Islam, ziarah kubur merupakan
bagian dari ritual ke agamaan. Seluruh umat Islam di seluruh penjuru dunia
telah melakukannya. Pada zaman permulaan Islam berkembang Nabi Muhammad SAW
melarang kaum muslimin menziarahi kuburan. Larangan ini lantaran kekhawatiran
terjadi kesyirikan dan pemujaan terhadap keburan tersebut. Apalagi bila yang
mati itu adalah termasuk orang-orang yang saleh. Di samping itu keimanan para
sahabat masih lemah dan membutuhkan pembinaan dari Rasulullah SAW.
Peringatan tersebut tidak hanya ditujukan kepada para sahabat saat itu,
tetapi juga kepada umat sekarang ini sebagai generasi berikutnya. Ternyata
kalau kita perhatikan apa yang dikhawatirkan Rasulullah SAW memang terjadi saat
ini. Di zaman ini banyak kaum muslimin yang salah dalam menerapkan ziarah
kubur. Mereka melakukan ziarah kubur hanya sekedar mengikuti adat dan tradisi
daerah. Sehingga syariat Islam bercampur tradisi yang sesat.
Hikmah dan manfaat ziarah kubur
Ziarah
kubur banyak memiliki hikmah dan manfaat, di antara yang terpenting adalah :
1. Ia akan mengingatkan akhirat dan
kematian sehingga dapat memberikan pelaja ran dan ibrah bagi orang yang
berziarah. Sehingga dapat memberikan dampak yang positif dalam kehidaupan.
2.
Mendoakan keselamatan
bagi orang-orang yang telah meninggal dunia dan memohonkan ampuna untuk mereka
atas segala amalan di dunia.
3.
Untuk menghidupkan
sunnah yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW.
4.
Untuk mendapatkan
pahala kebaikan dari Allah dengan ziarah kubur yang dilaku kannya.
Ziarah kubur adalah wasilah menuju allah swt.
Melihat kuburan yang
sunyi,gelap,timbunan tanah diatasnya akan menggerakkan hatii dan jiwa manusia
untuk mempersiapkan diri menghadapi kematian. Bila seseorang meli hatnya lebih
dalam lagi maka akan berkata pada dirinya sendiri; ''Kehidupan dunia adalah
sementara karenanya beberapa saat lagi akan berakhir dengan kemusnahan seluruh
kebutuhan materi yang selama ini dicari dengan berbagai cara, adakah bekal
ruhani yang telah dipersiapkan untuk kehidupan di alam sana?''
Menyaksikan nisan-nisan dapat melembutkan hati yang paling keras sekalipun, membuat pendengaran yang paling tuli dan memberikan cahaya kepada penglihatan yang paling samar. Menyebabkan orang melihat kembali cara hidupnya, mengevaluasinya, berpikir mengenai pertanggung jawaban nya yang berat dihadapan Allah dan manusia serta terhadap kurangnya amal kebajikan yang telah dibuat.
Di samping itu, ziarah kubur, terutama kepada para Nabi dan orang-orang saleh, dapat memberikan berkah dan tempat untuk mendapatkan wasilah serta syafaat dalam perjalanan ruhani menuju Allah SWT. Kelak, kata Rasulullah, dalam hadisnya, ''di akhirat ketika tidak ada lagi pembela di hadapan Allah Ta'ala, kalian akan mendapatkan syafaat dariku, ahlul baitku, para syuhada dan orang-orang saleh di antara kalian.''
Di dalam Al-Quran disebutkan antara lain tugas Rasulullah SAW (dilanjutkan para ulama) dalam membimbing umat manusia adalah mensucikan hati. ''Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang ummi seorang Rasul di antara mereka yang membacakan ayat-ayat Allah, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan hikmah. Susungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.''(QS.62:2).
Sunnah-sunnah dalam ziarah kubur
Menyaksikan nisan-nisan dapat melembutkan hati yang paling keras sekalipun, membuat pendengaran yang paling tuli dan memberikan cahaya kepada penglihatan yang paling samar. Menyebabkan orang melihat kembali cara hidupnya, mengevaluasinya, berpikir mengenai pertanggung jawaban nya yang berat dihadapan Allah dan manusia serta terhadap kurangnya amal kebajikan yang telah dibuat.
Di samping itu, ziarah kubur, terutama kepada para Nabi dan orang-orang saleh, dapat memberikan berkah dan tempat untuk mendapatkan wasilah serta syafaat dalam perjalanan ruhani menuju Allah SWT. Kelak, kata Rasulullah, dalam hadisnya, ''di akhirat ketika tidak ada lagi pembela di hadapan Allah Ta'ala, kalian akan mendapatkan syafaat dariku, ahlul baitku, para syuhada dan orang-orang saleh di antara kalian.''
Di dalam Al-Quran disebutkan antara lain tugas Rasulullah SAW (dilanjutkan para ulama) dalam membimbing umat manusia adalah mensucikan hati. ''Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang ummi seorang Rasul di antara mereka yang membacakan ayat-ayat Allah, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan hikmah. Susungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.''(QS.62:2).
Sunnah-sunnah dalam ziarah kubur


Post a Comment
Terima Kasih Telah Berkunjung, Suka postingan ini?Tinggalkan komentar di bawah ini, terima kasih! :)