. . .
Latest Info :
.
Kota Tasikmalaya ◄ ((KLIK)) Siap Menjadi Tuam Rumah MTQ Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2016 

Ziarah Kubur


Dalam Islam, seluruh aspek kehidupan sudah punya rambu masing-masing. Termasuk segala hal yang berkaitan dengan kuburan, lubang sempit tempat orang meninggal dikubur. Berikut beberapa hal yang berkaitan dengan kuburan tersebut:
1. Hukum ziarah kubur adalah sunnah
Awalnya, Islam melarang perbuatan ini hingga akhirnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) mengizinkan kembali. Sebab, tak dipungkiri juga terdapat manfaat di dalamnya.
Diriwayatkan dari Buraidah, Nabi SAW bersabda, “Dahulu saya melarang kalian berziarah ke kuburan, tapi (sekarang) ziarahilah kuburan tersebut, sebab ia bisa mengingatkan akan hari akhirat.” (Riwayat Muslim).
Termasuk dalam perkara ini adalah ziarah ke kuburan Nabi SAW, hukumnya sunnah, bukan wajib.
2. Tidak bagi wanita
Ziarah kubur disunnahkan bagi para lelaki namun tidak dianjurkan bagi wanita. Dari Abdullah ibn Abbas, “Rasullullah SAW melaknat wanita-wanita yang menziarahi kuburan dan orang-orang yang menjadikan kuburan sebagai masjid serta memberinya lampu penerang.” (Riwayat Abu Daud, at-Tirmidzi, an-Nasai, dan Ibnu Majah).
3. Tidak bersusah payah menempuh perjalanan
Sengaja bersusah payah mengunjungi sebuah kuburan adalah perbuatan terlarang. Sabda Nabi SAW, “Janganlah kalian bersusah payah melakukan perjalanan kecuali ketiga tempat, Masjid al-Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid al-Aqsha.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).
4. Mendoakan mereka
Setiap Muslim disunnahkan membaca doa ketika melewati atau memasuki kuburan. Memohonkan bagi mereka rahmat dan maghfirah (pengampunan). Di antara doanya: assalamu ala ahli ad-diyar min al-mu`minina wa al-muslimin, wa yarhamu Allahu al-mustaqdimina minna, wa inna insya Allahu bikum lahiqun. Artinya, segala keselamatan (semoga tercurah) kepada para penghuni kubur, yakni orang-orang Mukmin dan Muslim, dan semoga Allah merahmati orang-orang yang telah mendahului kami. Insya Allah kami pun akan menyusul mereka.
5. Tak mencela si mayit
Tak sepantasnya seseorang mencela mayat Muslim yang telah meninggal. Sabda Nabi SAW, “Janganlah kalian mencela mayat-mayat itu. Sesungguhnya mereka itu telah mendapatkan ganjaran dari apa yang mereka usahakan dahulu.” (Riwayat al-Bukhari).
6. Tidak shalat di kuburan
Tak sepantasnya seorang Muslim menjadikan kuburan sebagai tempat shalat. Nabi SAW bersabda, “Janganlah kalian shalat menghadap kuburan dan jangan (pula) kalian duduk di atasnya.” (Riwayat Muslim).
7. Mengambil pelajaran dari orang mati
Hikmah terbesar dari ziarah kubur adalah mengingatkan manusia akan hakikat kehidupan. Yakni, adanya fase kematian sebagai pintu gerbang menuju kehidupan hakiki. Menjadikan hati bisa lunak dan bersih kembali. Nabi SAW bersabda, “….Ziarahilah kuburan, sesungguhnya terdapat ibrah (pelajaran) di dalamnya.”
Dalam riwayat Anas ibn Malik dikatakan, “…Sesungguhnya ia bisa melunakkan hati, mengucurkan air mata, serta mengingatkan kalian akan hari akhirat (kematian)…” (Riwayat al-Hakim dan al-Baihaqi).
8. Stop berbuat ghuluw (berlebih-lebihan) terhadap kuburan
Di antara bentuk ghuluw kaum terdahulu adalah menjadikan kuburan orang-orang shalih sebagai sesembahan. Kepadanya mereka berdoa, memohon bantuan, serta mengharapkan berkah dan keselamatan. Semua itu termasuk perbuatan yang dilaknat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT). Olehnya, Nabi SAW pernah berdoa, “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kuburan saya ini sebagai berhala yang disembah nantinya.” (kitab al-Muwaththa` Imam Malik)sumber

Share this article :
Comments
0 Comments

Post a Comment

Terima Kasih Telah Berkunjung, Suka postingan ini?Tinggalkan komentar di bawah ini, terima kasih! :)

 
Support : Creating Website | Admin | Fanpage Kami
Copyright © 2011. Google News - All Rights Reserved
Template Created by On Facebook Published by Group
Proudly powered by Blogger
.