Dalam Islam, seluruh aspek kehidupan sudah punya rambu
masing-masing. Termasuk segala hal yang berkaitan dengan kuburan, lubang sempit
tempat orang meninggal dikubur. Berikut beberapa hal yang berkaitan dengan
kuburan tersebut:
1. Hukum ziarah kubur adalah sunnah
Awalnya, Islam melarang perbuatan ini hingga akhirnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
(SAW) mengizinkan kembali. Sebab, tak dipungkiri juga terdapat manfaat di
dalamnya.
Diriwayatkan dari Buraidah, Nabi SAW bersabda, “Dahulu saya melarang kalian berziarah
ke kuburan, tapi (sekarang) ziarahilah kuburan tersebut, sebab ia bisa
mengingatkan akan hari akhirat.” (Riwayat Muslim).
Termasuk dalam perkara ini adalah ziarah ke kuburan Nabi SAW,
hukumnya sunnah, bukan wajib.
2. Tidak bagi wanita
Ziarah kubur disunnahkan bagi para lelaki namun tidak dianjurkan
bagi wanita. Dari Abdullah ibn Abbas, “Rasullullah
SAW melaknat wanita-wanita yang menziarahi kuburan dan orang-orang yang
menjadikan kuburan sebagai masjid serta memberinya lampu penerang.” (Riwayat
Abu Daud, at-Tirmidzi, an-Nasai, dan Ibnu Majah).
3. Tidak bersusah payah menempuh perjalanan
Sengaja bersusah payah mengunjungi sebuah kuburan adalah perbuatan
terlarang. Sabda Nabi SAW, “Janganlah
kalian bersusah payah melakukan perjalanan kecuali ketiga tempat, Masjid
al-Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid al-Aqsha.” (Riwayat al-Bukhari
dan Muslim).
4. Mendoakan mereka
Setiap Muslim disunnahkan membaca doa ketika melewati atau memasuki
kuburan. Memohonkan bagi mereka rahmat dan maghfirah
(pengampunan). Di antara doanya: assalamu
ala ahli ad-diyar min al-mu`minina wa al-muslimin, wa yarhamu Allahu
al-mustaqdimina minna, wa inna insya Allahu bikum lahiqun. Artinya, segala keselamatan (semoga
tercurah) kepada para penghuni kubur, yakni orang-orang Mukmin dan Muslim, dan
semoga Allah merahmati orang-orang yang telah mendahului kami. Insya Allah kami pun akan
menyusul mereka.
5. Tak mencela si mayit
Tak sepantasnya seseorang mencela mayat Muslim yang telah
meninggal. Sabda Nabi SAW, “Janganlah
kalian mencela mayat-mayat itu. Sesungguhnya mereka itu telah mendapatkan
ganjaran dari apa yang mereka usahakan dahulu.” (Riwayat
al-Bukhari).
6. Tidak shalat di kuburan
Tak sepantasnya seorang Muslim menjadikan kuburan sebagai tempat
shalat. Nabi SAW bersabda, “Janganlah
kalian shalat menghadap kuburan dan jangan (pula) kalian duduk di atasnya.” (Riwayat
Muslim).
7. Mengambil pelajaran dari orang mati
Hikmah terbesar dari ziarah kubur adalah mengingatkan manusia akan
hakikat kehidupan. Yakni, adanya fase kematian sebagai pintu gerbang menuju
kehidupan hakiki. Menjadikan hati bisa lunak dan bersih kembali. Nabi SAW
bersabda, “….Ziarahilah
kuburan, sesungguhnya terdapat ibrah (pelajaran) di dalamnya.”
Dalam riwayat Anas ibn Malik dikatakan, “…Sesungguhnya ia bisa melunakkan hati,
mengucurkan air mata, serta mengingatkan kalian akan hari akhirat (kematian)…”
(Riwayat al-Hakim dan al-Baihaqi).
8. Stop berbuat ghuluw
(berlebih-lebihan) terhadap kuburan
Di antara bentuk ghuluw
kaum terdahulu adalah menjadikan kuburan orang-orang shalih sebagai sesembahan.
Kepadanya mereka berdoa, memohon bantuan, serta mengharapkan berkah dan
keselamatan. Semua itu termasuk perbuatan yang dilaknat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT).
Olehnya, Nabi SAW pernah berdoa, “Ya
Allah, janganlah Engkau jadikan kuburan saya ini sebagai berhala yang disembah
nantinya.” (kitab al-Muwaththa`
Imam Malik)sumber


Post a Comment
Terima Kasih Telah Berkunjung, Suka postingan ini?Tinggalkan komentar di bawah ini, terima kasih! :)