. . .
Latest Info :
.
Kota Tasikmalaya ◄ ((KLIK)) Siap Menjadi Tuam Rumah MTQ Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2016 
Recent Movies
Showing posts with label Kegiatan SATPOLPPatauPOLISI. Show all posts
Showing posts with label Kegiatan SATPOLPPatauPOLISI. Show all posts

Dua guru SD kepergok mesum di hotel tepat di Hari Guru


Sungguh memalukan apa yang dilakukan dua guru asal SD Ulujami, Pemalang, Pekalongan, Jawa Tengah. Di hari ulang tahun guru, mereka justru asyik memadu cinta terlarang di sebuah hotel kawasan Pantai Utara.

Aksi kedua guru mesum ini pun dipergoki Satpol PP Pekalongan. Oknum guru SD berinisial SU (52) dan RO (35) mengaku tidak melakukan tindakan mesum melainkan hanya mengobrol saja.

"Saya hanya akan mendengarkan curhat dia (RO), supaya tidak curiga, kita sepakat ngobrolnya di hotel," ujar SU kepada petugas Satpol PP, Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (25/11).

Satpol PP yang mendengarkan mereka tidak lantas percaya begitu saja. Pada akhirnya mereka tetap dikenai tindak pidana ringan karena dinilai melanggar hukum.

ARTIKEL cantik




Razia gabungan polisi militer tangkap 4 pasangan mesum di hotel

Jajaran Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, dan Satuan Polisi Militer TNI Angkatan Darat di melakukan razia penyakit masyarakat. Hasilnya mereka mengamankan sejumlah pasangan mesum di hotel.

"Razia penyakit masyarakat (pekat) kali ini gabungan antara Polres Ogan Komering Ulu (OKU) dan Polisi Militer (POM) setempat dalam operasi Cakra Bakti Lembing," kata Kapolres OKU, AKBP Mulyadi di, Minggu (24/11).

Razia gabungan dilakukan Sabtu (23/11) mulai pukul 20.00 Wib hingga 24.00 WIB. 40 personel gabungan menyusuri hotel serta kafe di Baturaja, ibu kota Kabupaten OKU.

Hasil dari razia itu, diamankan empat pasangan mesum tanpa ikatan pernikahaan di Hotel Arjuna Baturaja.

Keempat muda mudi yang terjaring itu, yakni AbH dengan pasangannya Nov, Eri dengan Din, Hen dengan Sus, kemudian Edw dan pasangannya Id.

"Mereka kita amankan karena tidak bisa menunjukan bukti surat nikah saat dipinta oleh petugas," ungkap AKBP Mulyadi.

Selain itu, aparat kepolisian dan anggota POM juga berhasil mengamankan salah satu oknum anggota TNI dari satuan Dodiklapur Lahat atas nama Do saat berada di kafe Sahabat di Jalan Lintas Sumatera Baturaja.

"Saat ini keempat pasangan mesum sudah kita amankan di Mapolres OKU. Sedangkan, oknum anggota TNI yang terjaring diamankan di Subden POM Baturaja guna proses lebih lanjut," katanya.

ARTIKEL cantik




Kena razia, pasangan mesum mengaku kemalaman pulang dari mal


Merdeka.com - Razia gabungan terhadap pengunjung hotel dilakukan petugas Satpol PP Kota Tangerang dan Polres Metro Tangerang, Sabtu (23/11) malam. Dalam razia tersebut, petugas mengamankan tiga pasangan muda di Hotel Anggrek yang berlokasi di Jalan Otista, Pasar Baru, Kota Tangerang.

Pasangan tersebut ternyata pasangan karyawan dengan usia si wanitanya tak lebih dari 20 tahun.

Razia yang dimulai sejak pukul 22.30 WIB tersebut hanya menyisir hotel-hotel melati saja. "Kami melakukan penyisiran ke dalam dalam hotel kelas melati ini, dalam rangka razia pelarangan pelacuran sesuai dengan Perda No.8 /2005," ujar Syaiful Muluk, Kepala Seksi Penyuluhan Satpol PP Kota Tangerang, semalam.

Setelah diperiksa identitasnya, menurut Muluk, ketiga pasangan itu ternyata bukan pasangan suami istri. "Alasannya, mau pulang kemalaman dari mal SMS, jadinya menginap di hotel, hanya untuk semalam saja," katanya.

Ditanya apakah para wanita tersebut merupakan pelacur? Muluk mengaku, bukan. Menurutnya, para pelacur sudah tidak ada lagi di Kota Tangerang. "Kalau melihat identitas dan peragainya mereka saling kenal, bukan pelacur. Untuk memberikan efek jera, kami menahan KTP mereka," tuntasnya.

KTP mereka baru bisa dikembalikan, setelah petugas Satpol PP mendapat dari para pasangan tersebut surat perjanjian yang sudah mereka tandatangani serta diketahui oleh RT/RW setempat.

ARTIKEL cantik




Anjurkan Nikmati Perkosaan, Pejabat India Dikecam

 sumber : http://id.berita.yahoo.com/anjurkan-nikmati-perkosaan-pejabat-india-dikecam-092241701.html
Pejabat kepolisian India meminta maaf setelah melontarkan penyataan kontroversial terkait pemerkosaan. Pada Rabu (13/11), Kepala Biro Pusat Investigasi (CBI), Ranjit Sinha, menyatakan, "Jika Anda tidak bisa mencegah pemerkosaan, maka sebaiknya Anda menikmatinya." Komentar itu direspons dengan amarah oleh ribuan kaum perempuan negeri itu.

 Di India, CBI adalah lembaga investigasi utama negara, setara FBI di Amerika Serikat.

 Sinha membuat pernyataan itu dalam konferensi pers tentang ilegalnya taruhan dalam olahraga dan kebutuhan untuk melegalkan perjudian. Ia mengatakan  jika negara tidak bisa menghentikan perjudian, maka setidaknya bisa mendulang pendapatan dengan melegalisasinya.

 "Jika Anda tidak dapat menegakkan larangan taruhan, itu seperti mengatakan, 'Jika Anda tidak dapat mencegah pemerkosaan, maka Anda bisa menikmatinya," katanya. Pernyataan telah menyebabkan kemarahan di seluruh India, yang pada 2012 lalu diguncang protes luas menyusul pemerkosaan brutal atas seorang mahasiswi di sebuah bus di New Delhi.

Dalam pembelaannya, Sinha mengatakan bahwa komentarnya telah diambil di luar konteks dan disalahartikan. Ia juga menyatakan menyesal dengan ucapannya.

Aktivis yang terlanjur marah tetap menuntut pengunduran dirinya. Partai Komunis India pimpinan Brinda Karat mengatakan komentar Sinha menyinggung seluruh perempuan, tak hanya di India. "Sungguh memuakkan seorang pria yang bertanggung jawab atas beberapa penyelidikan pemerkosaan harus menggunakan analogi seperti itu," kata Karat. "Dia tak hanya merendahkan tapi juga menghina kaum perempuan."

India tengah mereformasi hukum bagi pemerkosa dan menciptakan pengadilan jalur cepat untuk kasus-kasus perkosaan. Undang-undang baru ini diperkenalkan setelah serangan seksual di negeri itu menimbulkan kemarahan di seluruh dunia. Mereka juga menetapkan hukuman mati bagi pelanggar yang melakukan perbuatannya secara berulang atau serangan pemerkosaan yang menyebabkan kematian korban.

ARTIKEL cantik




Satpol PP Tasikmalaya Gelar Razia


TASIKMALAYA, puluhan pasangan mesum dan pekerja seks komersial (PSK) dirazia petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat pada Selasa (2/7).

Petugas juga berhasil mengamankan sepasang mahasiswa yang sedang mesum di kamar hotel. Razia ini digelar guna mengurangi kemaksiatan menjelang bulan Ramadhan.

Satpol PP Kota Tasikmalaya, Jawa Barat mengawali razia ke hotel kelas melati di Jalan RE Martadinata. Di tempat ini petugas berhasil mengamankan 4 pasangan mesum di kamar hotel tersebut. Mereka yang terjaring langsung dibawa petugas menuju mobil patroli.

Sementara di hotel Jalan Gunung Sabeulah, petugas berhasil mengamankan seorang mahasiswi dan mahasiswa yang sedang mesum di kamar hotel. Awalnya mahasiswa tersebut mengaku keduanya adalah kakak-adik. Tapi ketika diperiksa identitasnya, alamatnya berbeda.

Semua hasil tangkapan dibawa ke kantor Satpol PP Tasikmalaya guna diberi pembinaan. (Berita dari Tv-One)
artikel : http://suaraglobal.com/index.php/hukum/60-jelang-ramadhan-satpol-pp-tasikmalaya-gelar-razia

boleh coba label Tag : download dan tricks  info online hotel Karokean YUUUUK

ARTIKEL cantik





PSK terjaring di Bogor positif HIV


Seorang pekerja seks komersil (PSK) yang terjaring razia petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bogor, dilaporkan positif HIV. Laporan tersebut diterima oleh Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kota Bogor, Selasa.

"Kami mendapatkan laporan dari Panti Sosial Pasar Rebo, satu dari 14 WTS yang kami kirimkan untuk pembinaan di sana, diketahui positif HIV. Kami diminta untuk menjemputnya agar diberikan pembinaan secara terpisah," kata Kepala Pelaksana Rehabilitasi Sosial, Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi, Kota Bogor, Sugeng Rulyadi saat ditemui di kantornya, Selasa (23/7)

Sugeng menyebutkan, penertiban terhadap PSK tersebut dilakukan Jumat (19/7) oleh Satpol PP Kota Bogor. Dalam razia penertiban tersebut terjaring sebanyak 14 PSK.

Mereka langsung didata di Rehabilitasi Sosial Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi untuk selanjutnya diberikan pembinaan sebagai upaya mencegah pelaku kembali lagi menjadi PSK.

"Para WTS ini seperti biasa kita kirim ke Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Mulya Jaya, Pasar Rebo untuk mendapatkan pembinaan," kata Sugeng.

Sebelumnya, kata Sugeng, sebelum dikirim ke PSKW, para PSK tersebut juga menjalani pemeriksaan dan tes HIV di Disnakersostran Kota Bogor.

Namun, sebelum hasil tes keluar, para PSK ini sudah terlebih dahulu dikirim ke PSKW. Sebelum mendapatkan pelatihan dan pembinaan di PSKW, setiap PSK juga menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes HIV.

"Dari hasil itu diketahui satu orang WTS yang kita kirimkan positif HIV," kata Sugeng.

Sugeng menyebutkan, PSKW tidak menerima pembinaan untuk PSK yang positif HIV karena dikhawatirkan dapat menular ke penghuni PSKW lainnya. Sugeng menyebutkan, PSKW bertugas untuk memberikan keterampilan, bukan untuk merawat penderita HIV.

Sugeng menambahkan, setelah menerima laporan tersebut pihaknya akan melakukan identifikasi data PSK tersebut apakah warga Kota Bogor atau Kabupaten Bogor.

"Sesuai dengan alamat tempat tinggalnya, jika dia (PSK) tinggal di Kota Bogor maka penanganannya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota, tapi jika identitas tinggalnya di kabupaten, maka milik Pemerintah Kabupaten Bogor," kata Sugeng.
baca juga Jelang Lebaran, PSK masih 'jualan' di kawasan Blok M
PSK terjaring di Bogor positif HIV  
artikel asal : http://www.merdeka.com/peristiwa/psk-terjaring-di-bogor-positif-hiv.html

boleh coba label Tag : download dan tricks  info online hotel Karokean YUUUUK

ARTIKEL cantik




Bulan puasa masih jajakan diri, 12 PSK di Bandung diciduk


Satpol PP, Dinsos Kota Bandung dibantu Polisi dan TNI menciduk 12 PSK di beberapa titik Kota Bandung. Mereka ditangkap di kawasan Jalan Banceuy, Jalan Dewi Sartika, belakang Stasiun Bandung, dan Lapangan Tegalega.

"Mereka ini ditangkap di tempat biasa mangkal, saat itu mereka sedang berusaha menawarkan diri," kata penyidik PNS Satpol PP Kota Bandung Agus Herlambang di Bandung, Selasa (30/7).

Menurutnya gelar operasi ini sudah rutin dilakukan, tapi untuk puasa lebih sering lantaran untuk menjaga kekhusukan ibadah puasa di bulan Ramadan. "Sekarang PSK akan diberikan pembinaan sementara, sambil menunggu tempat penampungan, di Palimanan Cirebon dan Cibadak Sukabumi yang masih penuh," jelasnya.

Diharapkan dengan pembinaan sementara ini PSK tidak kembali mangkal untuk menjaga kesucian bulan Ramadan.
artikel asli : http://www.merdeka.com/peristiwa/bulan-puasa-masih-jajakan-diri-12-psk-di-bandung-diciduk.html

boleh coba label Tag : download dan tricks  info online hotel Karokean YUUUUK

ARTIKEL cantik




Jelang Lebaran, PSK masih 'jualan' di kawasan Blok M


Memasuki bulan Ramadan di mana harusnya maksiat ditutup, ternyata tidak berlaku di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Sudah H-5 Lebaran, masih banyak para wanita pekerja seks komersil (PSK) menjajakan dirinya.

Pantauan merdeka.com, Sabtu (3/8), para PSK itu masih mangkal di sekitaran Melawai hingga dekat Mabes Polri. Dengan menggunakan pakaian seksi mereka melambaikan tangan dan tersenyum manis guna menarik para hidung belang.

Tak sedikit dari mereka yang mencoba merayu dan menggoda. "Hai main yuk," ucap salah satu PSK mencoba merayu.

Dengan ditemani oleh tukang ojek yang siap antar jemput PSK, mereka berharap ada pelanggan yang mengajaknya kencan. Namun, tempat yang biasa banyak mobil atau motor merapat untuk ngajak 'tempur' tampak terlihat sepi.

Harusnya petugas melarang dan memperingati PSK tersebut agar menghormati bulan Ramadan. Namun, dari pihak kepolisian atau petugas yang berwenang tidak berupaya menjaring para PSK itu.
baca juga Bulan puasa masih jajakan diri, 12 PSK di Bandung diciduk
PSK terjaring di Bogor positif HIV
artikel asli : http://www.merdeka.com/peristiwa/jelang-lebaran-psk-masih-jualan-di-kawasan-blok-m.html


boleh coba label Tag : download dan tricks  info online hotel Karokean YUUUUK

ARTIKEL cantik




Satpol PP Tasikmalaya razia rumah kos


Petugas Satpol PP memeriksa Identitas KTP dan Surat keterangan keluarga (KK) saat operasi yustisi ke tempat Kos-kosan dan kontrakan di Cilembang, Kota Tasikmalaya, Jabar, Rabu (15/5). Razia ini merupakan langkah antisipasi tindak terorisme di wilayah Tasimalaya. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Tasikmalaya (ANTARA News) - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu, merazia sejumlah rumah kontrakan dan rumah kos sebagai upaya mengantisipasi aksi terorisme.

Kepala Seksi Operasi dan Penindakan Satpol PP Kota Tasikmalaya, Andri Ikbal, mengatakan operasi yustisi tersebut rutin dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Selain itu, kata Andri, juga untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap masyarakat pendatang setelah peristiwa pelemparan bom ke Pos Polisi Jalan Mitra Batik, Tasikmalaya, Senin (13/5) malam.

"Kita tingkatkan pengawasan dan kewaspadaan aksi teroris di Kota Tasikmalaya, meskipun operasi ini sebenarnya sudah rutin kami lakukan," katanya.

Anggota Satpol PP berseragam lengkap tersebut melakukan penyisiran sejumlah rumah kontrakan dan rumah kos kawasan Cilembang, Dadaha, Cimuncang, dan Cipedes.

Dalam operasinya itu petugas mendatangi langsung setiap rumah kontrakan dan kamar kos untuk memeriksa identitas setiap penghuninya.

Petugas mendapatkan sejumlah penghuni belum memiliki identitas resmi berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Namun warga yang tidak memiliki KTP itu oleh petugas tidak diberikan tindakan melainkan hanya pembinaan untuk segera memiliki KTP.

Petugas juga memberikan arahan kepada pemilik rumah kontrakan dan rumah kos serta Ketua RT setempat untuk terlebih dahulu memeriksa identitas calon penghuni, berapa lama tinggal dan tujuan di Kota Tasikmalaya. (KR-FPM/I007)
asal artikel berita : http://www.antaranews.com/berita/374910/satpol-pp-tasikmalaya-razia-rumah-kos

Business Blogs

ARTIKEL LAINNYA



Unduh Adobe Flash player
 
Support : Creating Website | Admin | Fanpage Kami
Copyright © 2011. Google News - All Rights Reserved
Template Created by On Facebook Published by Group
Proudly powered by Blogger
.