. . .
Latest Info :
.
Kota Tasikmalaya ◄ ((KLIK)) Siap Menjadi Tuam Rumah MTQ Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2016 
Recent Movies
Showing posts with label seputar kriminal. Show all posts
Showing posts with label seputar kriminal. Show all posts

Hari Ibu, Anak Hajar Ibu di Tasikmalaya


Selamat Datang Reader's sebelum membaca 'sudi kiranya' memberi makan binatang peliharaan saya ANJING Jinak Dan Bisa Di Suruh Suruh coba saja !!!!!!!
  
Tasikmalaya - Tak semua ibu bisa merayakan Hari Ibu, yang jatuh pada hari ini, Sabtu, 22 Desember 2012. Di Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, seorang ibu dihajar anak kandungnya hingga luka parah dan dirawat di Puskesmas Ciawi.

Korban bernama Anah, 80 tahun, warga Kampung Pocol, Desa Gombong, Kecamatan Ciawi. Sedangkan pelakunya, yang merupakan anak kandung korban, bernama Uu Syarif, 50 tahun. Korban pemukulan Uu bukan hanya ibunya, namun ada enam korban lain yang dihajar pelaku memakai bambu.

Menurut Kusnadi, 43 tahun, saksi mata yang juga tetangga pelaku, pemukulan terjadi Sabtu pagi pukul 05.00. "Saat bangun tidur, ada yang minta tolong, saya keluar, ternyata ibu Anah lagi dipukuli Uu," kata dia saat ditemui Tempo di lokasi kejadian.

Karena sendirian, Kusnadi tak berani menghentikan pemukulan. Malah dia yang dikejar pelaku. "Saya lari, ngumpet di kandang domba. Setelah itu, dia membabi buta pukuli warga pakai bambu," kata Kusnadi. "Ada tujuh korbannya: Anah, Ijoh, Neneng, Rohman, Ikah, Dede, Asmita."

Setelah memukul para korban, warga beramai-ramai menangkap pelaku di Kampung Pananjung, yang bersebelahan dengan Kampung Pocol. "Korban yang tujuh tadi, beberapa di antaranya warga Pananjung," kata Kusnadi.

Jaja, 45 tahun, saksi lainnya, mengatakan, setiap ada warga yang ketemu pelaku, langsung dikejar dan dipukul pakai kayu. Korban Ijoh, kata dia, saat kejadian baru pulang dari rumah anaknya di kampung sebelah. Korban pun langsung dihajar pelaku.

"Dia stres, sudah tiga hari kambuh. Dulu pernah sakit jiwa lalu sembuh, sekarang kambuh," kata Jaja.

Hingga Sabtu siang, pelaku masih diikat oleh warga di rumahnya. "Warga resah, takut ngamuk lagi. Sambil nunggu keluarganya yang lain, dia terpaksa diikat," kata Jaja.

 artikel ==> Hari Ibu, Anak Hajar Ibu di Tasikmalaya  <== sangat jauh dari sempurna, untuk masukan, kritik serta saran yang membangun sangat kami harapkan
 _____ _____________Baca Juga Artikel Terkait_______________


wasalam

 
Dapatkan info  dari 

=>Tasikmalaya go.id.<= =>denpasarkota go.id.<=

web Resmi  Pemerintah


>Info tasikmalaya ::::: Rumah Sakit:::::HOTEL:::::::Harga Pasar::::::: Restoran:::::::JADWAL SALAT

penanggung jawab Blog

Tasikmalaya : Tiga Pasangan Mesum Terjaring Razia

sumber: http://www.kabar-priangan.com/news/detail/6833

 

Ibu Rumah Tangga Hamil Tua Ikut Terjaring
TAWANG, (KP).-
Jajaran Polsekta Ta­wang melakukan razia pe­nyakit masyarakat, Sela­sa (6/11) siang. Sasa­ran razia sejumlah tempat kost dan wa­rung yang diduga penjual minuman keras serta hotel kelas melati. Hasil­nya, po­lisi berhasil menga­man­kan tiga pasangan me­­sum di kamar hotel ber­beda. Keti­ga pasangan me­sum tersebut, dua pa­sang­an ABG dan 1 pasangan selingkuh.
Razia dimulai dengan menyisir sejumlah kamar kost yang berada di wila­yah Jalan HZ Mustofa dan Jalan Siliwangi. Satu per satu kamar diperiksa petugas. Beberapa kamar yang tertutup langsung digedor dan dimintai untuk menun­jukan bukti identitas diri masing-masing. Na­mun sejumlah penghuni kost bisa menunjukan iden­titas diri­nya, sehingga tidak ada dari mereka yang diamankan.
Petugas pun kemudian bergeser ke Jalan BKR ke sejumlah warung jamu yang diduga kerap menjual minuman keras. Dari lokasi tersebut, petugas ju­ga tidak berhasil menemukan minuman keras.
Razia pun dilanjutkan ke sejumlah kamar hotel yang berada di Jalan Ta­ruma­na­gara dan Jalan Ma­yor Utar­­ya. Dari dua hotel yang berbeda petugas ber­hasil mengaman­kan tiga pasangan mesum di kamar hotel berbeda. Ketiga pasangan mesum tersebut, dua pa­sang­an ABG dan 1 pasa­ngan selingkuh. Salah satunya ibu rumah tangga yang tengah hamil tua.
Satu persatu kamar ho­tel digedor petugas. Se­jumlah pasangan me­sum mencoba untuk menghindar dari petugas. Mereka tidak mau membuka pintu saat petugas menggedor pintu ka­mar. Bahkan ada pasangan yang bersembunyi di kamar mandi.
Namun kesigapan petugas membuat mereka me­nyerah. Awalnya, ketiga pa­sangan mesum itu menga­ku sebagai pasangan suami istri. Tapi ketika polisi meminta identitasnya, ketiga pasangan me­sum itu tidak bisa menun­juk­an hing­ga akhirnya pe­tugas menggiringnya ke Mapol­sekta Tawang guna peme­rik­saan lebih lanjut. Selan­jutnya, mereka didata dan diberikan pembinaaan.
Kapolsekta Tawang, Ins­pektur Satu Dani Pra­setya mengatakan, razia pekat ini untuk menciptakan kon­disi kondusif terutama menjelang pe­lan­tikan Wali Kota Tasik­malaya

Wanita Penabrak Polisi Ternyata Model Majalah POPULAR

Polisi menduga Novi Amalia, pengemudi setengah bugil yang menabrak tujuh orang, sedang stres. Perempuan yang mengendarai Honda Jazz berwarna merah dengan pelat B 1864 POP ini sempat menolak saat akan diamankan polisi.

Polisi kemudian melakukan upaya persuasi. Beberapa saat kemudian, polisi berhasil menggelandang wanita yang hanya memakai bra dan celana dalam ini ke kantor polisi. "Akhirnya dibawa ke Polsek Taman Sari untuk diminta keterangan," kata Kepala Unit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Rahmat Dalizar saat berbindang dengan VIVAnews, Jumat 12 Oktober 2012.

Tantangan polisi tak hanya sampai disitu. Novi tidak mau memberikan keterangan saat diperiksa. Wanita berusia 25 tahun ini malah berteriak-teriak, tak mau diperiksa. "Bahkan dia mengancam akan membukan bra (pakaian dalamnya) saat ditanya petugas," kata dia.

Polisi juga mengalami kesulitan untuk memakaikan baju kepada wanita yang setengah bugil ini. Bahkan, Novi harus dibantu oleh polisi wanita untuk memakai baju. Polisi juga berencana memanggil keluarga Novi karena sulit mendapatkan keterangan. Polisi akan mencari tahu latar belakang masalah yang menyebabkan Novi menyetir dengan setengah bugil dan kemudian menabrak tujuh orang termasuk dua polisi itu.

Hingga kini, Novi belum sadar. Polisi menduganya stres atau tengah berada di bawah pengaruh alkohol. Saat diperiksa, dia hanya banyak bengong. Polisi yang akan melakukan tes urin juga mengalami kesulitan karena Novi mengaku sedang haid.

 artikel ==> Wanita Penabrak Polisi Ternyata Model Majalah POPULAR<== sangat jauh dari sempurna, untuk masukan, kritik serta saran yang membangun sangat kami harapkan
  _____________Baca Juga Artikel Terkait____________


wasalam

 


penanggung jawab Blog

Polresta Tasik Perketat Ruang Gerak Geng Motor

Jajaran Polresta Tasikmalaya memperketat ruang gerak aksi geng motor. Buktinya, hampir tiap malam selalu melakukan patroli dan razia. Komunitas sepeda yang biasa berkumpul lewat tengah malam, di razia.

Hasilnya puluhan sepeda motor terjaring razia. Kegiatan ini dilakukan di beberapa titik seperti di Jalan Sewaka, Jalan Cilembang dan Jalan Nagarawangi. Razia tersebut mengerahkan personil dari Satlantas, Sabhara dan Reskrim Polresta Tasikmalaya.

Dalam razia yang dilakukan Rabu (4/10) itu, petugas berhasil mengamankan sekitar 18 unit sepeda motor dari berbagai jenis yang biasa digunakan konvoi komunitas motor. Mayoritas kendaraan, malahan tidak dilengkapi dengan perlengkapan standar serta tidak dilengkapi surat. Selain mengamankan belasan sepeda motor yang sedang berkonvoi, petugas juga berhasil mengamankan puluhan remaja usia sekolah yang sedang berkumpul lewat tengah malam.

Puluhan remaja yang diduga sebagai anggota geng motor Black Baron diamankan saat berkumpul lewat tengah malam di wilayah Jalan Lengkong Barat atau belakang Stasiun Kereta Api, Kecamatan Tawang. Seorang di antaranya kedapatan membawa senjata modifikasi berupa gir motor yang dijadikan sabuk.

Polisi juga berhasil mengamankan 18 unit sepeda motor dari berbagai jenis. Seperti razia sebelumnya, mayoritas kendaraan, yang berhasil diamankan didapati tidak dilengkapi dengan perlengkapan standar serta tidak dilengkapi surat. Selanjutnya, kendaraan tersebut dibawa petugas ke Mapolresta Tasikmalaya sebagai barang bukti, dan pemiliknya dimintai keterangan lebih lanjut.

Menurut KBO Samapta Polresta Tasikmlaya, Ipda Suyitno, mereka diamankan karena sudah melanggar aturan yang sudah disepakati yakni dilarang berkumpul lewat pukul 00.00. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya tindak kriminal atau aksi geng motor yang selama ini meresahkan masyarakat.

Dikatakan Suyitno, bagi sepeda motor yang terjaring razia karena perlengkapannya tidak standar, pemiliknya wajib mengganti dengan peralatan yang sesuai standar. Dari puluhan yang terjaring razia banyak yang tidak dilengkapi dan tidak mampu menunjukan surat-suratnya, dipastikan akan ditilang. Sementara itu, bagi pembawa senjata modifikasi diserahkan ke Satuan Reskrim untuk penyelidikan lebih lanjut
sumber: http://www.rmol.co/read/2012/10/04/80558/Polresta-Tasik-Perketat-Ruang-Gerak-Geng-Motor-

Polisi Di Tasikmalaya Maling Mobil!

Polisi Di Tasikmalaya Maling Mobil!
Seorang oknum anggota polisi di Tasikmalaya nyaris dihabisi massa, karena diduga terlibat dalam pencurian mobil. Pelaku sempat dikejar massa dan polisi karena mencoba kabur dengan membawa mobil curiannya.

Seorang anggota polisi berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) berinisial SH berhasil ditangkap polisi dan warga saat melarikan sebuah mobil curian.

Sebelumnya, pelaku yang bertugas di Polresta Tasikmalaya sempat kabur dan dikejar polisi yang dibantu oleh pemilik mobil. Laju kendaraan pelaku dihentikan paksa dengan cara dipepet mobil truk.

Puluhan massa yang marah kemudian mendatangi lokasi pelaku ditangkap. Tak ayal bogem mentah pun sempat mendarat di wajah pelaku.

Identitas pelaku terungkap setelah dilakukan pemeriksaan ke dalam mobil dan ditemukan baju seragam polisi berpangkat AKP.

Penangkapan pelaku berawal dari laporan Indra yang merasa kehilangan mobil Daihatsu Xenia yang di parkir di jalan Simpang Lima, Kota Tasikmalaya.

Saat indra tengah mencari mobilnya, secara tidak sengaja ia melihat mobilnya melintas di jalan Padasuka, Kota Tasikmalaya. Namun, mobil tulisan dalam mobil itu telah berganti menjadi Toyota Avanza dan nopolnya diganti dengan nomor palsu.

Meski demikian, Indra tetap masih mengenali kendaraan miliknya itu. Ia pun segera menghubungi polisi dan kemudian terjadilah aksi kejar-kejaran.

Anggota Polsekta Cibeureum yang datang ke lokasi, langsung mengamankan barang bukti kendaraan dan membawa pelaku ke Mapolsekta. Belum diketahui pasti sejauh mana keterlibatan oknum polisi ini dalam aksi pencurian tersebut.

Menurut Indra, si oknum polisi pernah merental mobil miliknya yang hilang. Dan pihaknya sempat mengecek nomor rangka dan nomor mesin. Ternyata cocok dengan mobilnya yang hilang.
sumber: http://nusantara.rmol.co/read/2012/10/06/80832/Polisi-Di-Tasikmalaya-Maling-Mobil!-

Film Pembantaian Warga PKI Menuai Sorotan

Film Pembantaian Warga PKI Menuai Sorotan


 Film mengenai pembantaian massal di Indonesia pada era 1965-1966 mengundang perhatian masyarakat. Film berjudul The Act of Killing yang merupakan dokumenter itu mengungkapkan mengenai pengakuan sang algojo dalam pembantaian warga yang dianggap simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan sejumlah etnis Tionghoa.

Film itu diputar di Toronto International Film Festival 2012 pada September lalu dan trailernya bisa disaksikan secara online di situs YouTube. Film tersebut menceritakan mengenai Anwar Congo, seorang preman yang kemudian menjadi tukang jagal para simpatisan PKI di Medan.
Di situsnya, film dokumenter ini mengundang komentar dari berbagai kalangan, termasuk dari Komnas HAM. Dalam hal ini, Komnas HAM menyatakan film tersebut penting untuk ditonton orang Indonesia. “Kalau kita sedang menuju ke arah Demokrasi, maka setiap warga negara harus mengetahui teror dan tekanan yang pernah terjadi dalam sejarah.”

Komentar juga disampaikan sejumlah kalangan lain yang intinya menyebutkan bahwa film tersebut layak ditonton. Begitu pula dengan klip film yang ditayangkan di situs YouTube. Sejumlah komentar mengapresiasi film tersebut dan banyak pula yang berkomentar mengenai peristiwa di tahun 1965-1966. Diskusi mengenai eksistensi peristiwa tersebut dan wacana mengenai PKI pun berkembang melalui situs itu.
Belakangan, Anwar Congo menyatakan merasa tertipu oleh pembuat film tersebut. Sebab, awalnya film itu berjudul Arsan dan Aminah, bukan The Act of Killing. Di film itu Anwar berbicara secara terbuka mengenai perannya menghabisi warga, terutama dari etnis Tionghoa.

Film ini dibuat oleh sutradara asal Texas, AS Joshua Oppenheimer, Christine Cynn, dan sejumlah orang yang disebutkan anonim. [tjs]
Sumber http://www.trailerobsessed.com/detail/001462/the-act-of-killing/ dan http://nasional.inilah.com/read/detail/1910819/film-pembantaian-warga-pki-menuai-sorotan
 
Support : Creating Website | Admin | Fanpage Kami
Copyright © 2011. Google News - All Rights Reserved
Template Created by On Facebook Published by Group
Proudly powered by Blogger
.